NIKMAT TUHAN
maka nikmat Tuhanmu yang manakah, yang kamu ingkari?
(Arrahman, QS.55)
***
Saat Ramadhan seperti sekarang ini, bertemu teman lama adalah kenikmatan tambahan yang menyenangkan.
Lupa. Sudah berapa lama ya, saya nggak bertemu Insan? Lama sekali rasanya. Tapi saya dan Insan sepakat, kami terakhir bertemu pada waktu pernikahan Cokel, mungkin sekitar tahun 2001-an. Mungkin.. :-) Akhirnya kemarin saya berkesempatan untuk bertemu dengan Insan, karena deep blue ocean saya sedang "bermasalah".
Dua hari sebelumnya, saya sms Insan minta tolong untuk memeriksanya (dan sekalian "mengobati"-nya.. :-)). Insan bersedia. Jadilah, kemarin kami bertemu di kantor Insan. Senang rasanya. Selain karena deep blue ocean saya jadi "sembuh", juga karena bisa ngobrol dan ketemu Insan langsung.
kelihatannya masih Insan yang lebih suka dengan "kesendirian", eksistensialis tulen... :-) (ini sekedar "impresi" dari keberjarakan loh.. :-)).
Malamnya, Aya, istri Insan, menelpon. Kami ngobrol sebentar, bersapa: betapa sudah lamanya kami tidak pernah bertemu atau ngobrol, sekedar menyapa "hai".. :-) Saya semakin merasa: well, nikmat tuhan mana lagi yang mesti saya ingkari? hidup ini begitu indah dan penuh makna.. :-)
maka nikmat Tuhanmu yang manakah, yang kamu ingkari?
(Arrahman, QS.55)
***
Saat Ramadhan seperti sekarang ini, bertemu teman lama adalah kenikmatan tambahan yang menyenangkan.
Lupa. Sudah berapa lama ya, saya nggak bertemu Insan? Lama sekali rasanya. Tapi saya dan Insan sepakat, kami terakhir bertemu pada waktu pernikahan Cokel, mungkin sekitar tahun 2001-an. Mungkin.. :-) Akhirnya kemarin saya berkesempatan untuk bertemu dengan Insan, karena deep blue ocean saya sedang "bermasalah".
Dua hari sebelumnya, saya sms Insan minta tolong untuk memeriksanya (dan sekalian "mengobati"-nya.. :-)). Insan bersedia. Jadilah, kemarin kami bertemu di kantor Insan. Senang rasanya. Selain karena deep blue ocean saya jadi "sembuh", juga karena bisa ngobrol dan ketemu Insan langsung.
kelihatannya masih Insan yang lebih suka dengan "kesendirian", eksistensialis tulen... :-) (ini sekedar "impresi" dari keberjarakan loh.. :-)).
Malamnya, Aya, istri Insan, menelpon. Kami ngobrol sebentar, bersapa: betapa sudah lamanya kami tidak pernah bertemu atau ngobrol, sekedar menyapa "hai".. :-) Saya semakin merasa: well, nikmat tuhan mana lagi yang mesti saya ingkari? hidup ini begitu indah dan penuh makna.. :-)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home