MACK THE KNIFE
Dig man! ...there goes Mack the knife
Oh the shark has, pretty teeth dear
And he shows them, pearly whites
Just a jackknife, has MacHeath dear
And he keeps it, out of sight
When that shark bites, with his teeth dear
Scarlet billows, start to spread
Fancy gloves though, wears MacHeath, dear
So there’s not a trace um of red
On the sidewalk, Sunday mornin Babe
Lies a body, oozin' life
Someone sneakin, round the corner
Is the someone, Mack the Knife?
From a tugboat, by the river bo bo
A cement bag's, drooppin down
Yeah the cements, just for the weight dear
Bet you Mac, hes back in town
Now looky here Louie Miller, disappeared dear
After drawin, out his cash
And MacHeath spends, like a sailor
Did our boy do somethin' rash?
Sukey Tawdry, Jenny Diver
Lotte Lenya, Sweet Lucy Brown
Oh!!.. The line forms, On the right dears
Now that Mack he's, back in town
Take it Satch....
***
Hadiah Michael Bublé dari kamu, mengingatkan saya pada beberapa hal menyenangkan. Lecutan adrenalin dan inspirasi dari kuliah-kuliah sastra waktu jadul (:-)), "kenakalan" olah teks Brecht dan olah vokal Armstrong, serta kegelian tertahan setiap kali mengingat karakter Mackie Messer dan kawan-kawannya dalam Dreigroschenoper.
Pertama mengenal lirik Mack the Knife waktu kuliah sastra dulu. Saat kami membahas naskah drama Dreigroschenoper-nya Brecht. Kali itu, saya sudah cukup terpikat. Mungkin karena lirik itu membuka naskah Dreigroschenoper, yang tergolong "beda" dibandingkan beberapa naskah drama Brecht yang pernah saya baca. Naskah itu, tergolong riang, ringan-namun "tajam", jauh dari nuansa gloomy khas "jiwa" sebagian besar karya sastra Jerman.
Beberapa tahun kemudian, saya mendengar langsung lirik itu dari lantunan suara Louis Armstrong. Saya makin suka dengan Mackie Messer dan memutarnya berkali-kali. Siapa yang tidak? Armstrong menyanyikan lirik itu dengan sangat menjiwai "karakter" Mackie Messer: nakal, bajingan, ditakuti, tapi "menyenangkan", dikenal banyak orang dan membuat banyak perempuan termehek-mehek (konon, sebagian wanita menyukai bad boy, untuk ditaklukan.. :-). Barangkali cuma sekedar mitos.. :-)). Dan kali ini, saya bisa menikmati versi "lain" tafsir Mackie Messer di album Michael Bublé dari kamu (terimakasih ya... :-)).
Lagu Mack the Knife yang aslinya berjudul Die Moritat von Mackie Messer, merupakan lagu yang dikomposisi oleh Kurt Weill dan liriknya dibuat oleh Bertolt Brecht untuk drama musikal Dreigroschenoper (The Threepenny Opera). Drama saduran dari The Beggar's Opera karya John Gay, penyair dan penulis naskah drama Inggris(1685-1732). Di Jerman sendiri, Dreigroschenoper pertamakali dipentaskan di Berlin pada tahun 1928. Sejak itulah, konon, Die Moritat von Mackie Messer yang ditulis Brecht, menjadi lagu yang dikenal banyak orang.
Moritat versi Brecht merupakan versi modern dari balada pembunuh, yang dinyanyikan oleh penyanyi lagu-lagu rakyat keliling. Kata Moritat sendiri berasal dari mori yang berarti "mematikan" dan tat yang berarti "perbuatan". Dalam The Threepenny Opera, penyanyi moritat dengan organ kelilingnya memperkenalkan dan menutup drama itu dengan kisah tentang Mackie Messer yang mematikan.
Mackie Messer atau Mack the Knife sendiri merupakan karakter tokoh, yang didasarkan pada tokoh preman "bergaya" bernama Macheath dalam The Beggar's Opera. Mackie Messer versi duet Brecht-Weill tidak terlalu "bergaya", lebih "kejam", lebih sinis dan telah ditransformasikan menjadi karakter anti-hero moderen. (Tapi tetap saja pada titik tertentu, karakter ini mengingatkan saya pada tokoh Captain Jack Sparrow yang dimainkan Johnny Depp dalam Pirates of the Caribbean: licik, penjahat, nakal, tapi penuh "gaya"... :-)).
Opera itu sendiri, dibuka dengan penyanyi moritat yang menganalogikan Macheath dengan seekor hiu. Baru kemudian dia menceritakan kisah tentang pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan kebakaran yang dilakukan oleh Macheath. Pada tahun 1954, Marc Blitzstein (1905–1964), komposer dari Amerika, menerjemahkan dan mengadaptasi Mack The Knife duet Brecht-Weill. Momen di mana lagu Mack The Knife "diperkenalkan" ke penikmat berbahasa Inggris.
Versi saduran dan terjemahan Blitzstein ini kemudian menjadi hit populer, yang dinyanyikan oleh Louis Armstrong dan Bobby Darin (meski, konon, lirik yang dinyanyikan Darin agak beda beberapa bagiannya. Saya belum pernah mendengarkannya langsung... :-)), serta memicu lahirnya banyak versi swing lagu ini.
Bait terakhir lagu tersebut (yang tidak dimuat di dalam naskah asli Dreigroschenoper, namun ditambahkan oleh Brecht pada tahun 1930 untuk versi film-nya), mengekspresikan tema keseluruhan drama musikal itu. Yaitu, perbandingan kilauan dan kekuatan dunia golongan kaya dan kegelapan dunia kaum papa.
Pada tahun 1976 Ralph Manheim dan John Willett menerjemahkan Mack The Knife versi mereka. Dan pada tahun yang sama, Mack The Knife versi Manheim dan Willet dimainkan di Broadway. Kemudian, belakangan waktu, versi film drama tersebut dibuat, dengan Raul Julia (aktor film dan TV asal Meksiko) bermain sebagai si Nakal Mackie. Lagu Mack The Knife versi Manheim dan Willet inilah yang kemudian dinyanyikan oleh Sting dan Nick Cave. Versi ini juga dinyanyikan oleh Lyle Lovett untuk soundtrack film Quiz Show (1994).
Lagu ini semakin akrab di telinga penggemar musik di seluruh dunia, setelah selain Louis Armstrong dan Bobby Darin, ada sederet penyanyi lain yang juga melantunkannya. Mack The Knife juga dinyanyikan antara lain oleh Ella Fitzgerald (pada tahun 1960), Robbie Williams (tahun 2001), Jimmie Dale Gilmore, Frank Sinatra, Tony Bennett, Nick Cave, Brian Setzer, Westlife, Merrill Osmond, Kenny Garrett, dan Michael Bublé.
Dig man! ...there goes Mack the knife
Oh the shark has, pretty teeth dear
And he shows them, pearly whites
Just a jackknife, has MacHeath dear
And he keeps it, out of sight
When that shark bites, with his teeth dear
Scarlet billows, start to spread
Fancy gloves though, wears MacHeath, dear
So there’s not a trace um of red
On the sidewalk, Sunday mornin Babe
Lies a body, oozin' life
Someone sneakin, round the corner
Is the someone, Mack the Knife?
From a tugboat, by the river bo bo
A cement bag's, drooppin down
Yeah the cements, just for the weight dear
Bet you Mac, hes back in town
Now looky here Louie Miller, disappeared dear
After drawin, out his cash
And MacHeath spends, like a sailor
Did our boy do somethin' rash?
Sukey Tawdry, Jenny Diver
Lotte Lenya, Sweet Lucy Brown
Oh!!.. The line forms, On the right dears
Now that Mack he's, back in town
Take it Satch....
***
Hadiah Michael Bublé dari kamu, mengingatkan saya pada beberapa hal menyenangkan. Lecutan adrenalin dan inspirasi dari kuliah-kuliah sastra waktu jadul (:-)), "kenakalan" olah teks Brecht dan olah vokal Armstrong, serta kegelian tertahan setiap kali mengingat karakter Mackie Messer dan kawan-kawannya dalam Dreigroschenoper.
Pertama mengenal lirik Mack the Knife waktu kuliah sastra dulu. Saat kami membahas naskah drama Dreigroschenoper-nya Brecht. Kali itu, saya sudah cukup terpikat. Mungkin karena lirik itu membuka naskah Dreigroschenoper, yang tergolong "beda" dibandingkan beberapa naskah drama Brecht yang pernah saya baca. Naskah itu, tergolong riang, ringan-namun "tajam", jauh dari nuansa gloomy khas "jiwa" sebagian besar karya sastra Jerman.
Beberapa tahun kemudian, saya mendengar langsung lirik itu dari lantunan suara Louis Armstrong. Saya makin suka dengan Mackie Messer dan memutarnya berkali-kali. Siapa yang tidak? Armstrong menyanyikan lirik itu dengan sangat menjiwai "karakter" Mackie Messer: nakal, bajingan, ditakuti, tapi "menyenangkan", dikenal banyak orang dan membuat banyak perempuan termehek-mehek (konon, sebagian wanita menyukai bad boy, untuk ditaklukan.. :-). Barangkali cuma sekedar mitos.. :-)). Dan kali ini, saya bisa menikmati versi "lain" tafsir Mackie Messer di album Michael Bublé dari kamu (terimakasih ya... :-)).
Lagu Mack the Knife yang aslinya berjudul Die Moritat von Mackie Messer, merupakan lagu yang dikomposisi oleh Kurt Weill dan liriknya dibuat oleh Bertolt Brecht untuk drama musikal Dreigroschenoper (The Threepenny Opera). Drama saduran dari The Beggar's Opera karya John Gay, penyair dan penulis naskah drama Inggris(1685-1732). Di Jerman sendiri, Dreigroschenoper pertamakali dipentaskan di Berlin pada tahun 1928. Sejak itulah, konon, Die Moritat von Mackie Messer yang ditulis Brecht, menjadi lagu yang dikenal banyak orang.
Moritat versi Brecht merupakan versi modern dari balada pembunuh, yang dinyanyikan oleh penyanyi lagu-lagu rakyat keliling. Kata Moritat sendiri berasal dari mori yang berarti "mematikan" dan tat yang berarti "perbuatan". Dalam The Threepenny Opera, penyanyi moritat dengan organ kelilingnya memperkenalkan dan menutup drama itu dengan kisah tentang Mackie Messer yang mematikan.
Mackie Messer atau Mack the Knife sendiri merupakan karakter tokoh, yang didasarkan pada tokoh preman "bergaya" bernama Macheath dalam The Beggar's Opera. Mackie Messer versi duet Brecht-Weill tidak terlalu "bergaya", lebih "kejam", lebih sinis dan telah ditransformasikan menjadi karakter anti-hero moderen. (Tapi tetap saja pada titik tertentu, karakter ini mengingatkan saya pada tokoh Captain Jack Sparrow yang dimainkan Johnny Depp dalam Pirates of the Caribbean: licik, penjahat, nakal, tapi penuh "gaya"... :-)).
Opera itu sendiri, dibuka dengan penyanyi moritat yang menganalogikan Macheath dengan seekor hiu. Baru kemudian dia menceritakan kisah tentang pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan kebakaran yang dilakukan oleh Macheath. Pada tahun 1954, Marc Blitzstein (1905–1964), komposer dari Amerika, menerjemahkan dan mengadaptasi Mack The Knife duet Brecht-Weill. Momen di mana lagu Mack The Knife "diperkenalkan" ke penikmat berbahasa Inggris.
Versi saduran dan terjemahan Blitzstein ini kemudian menjadi hit populer, yang dinyanyikan oleh Louis Armstrong dan Bobby Darin (meski, konon, lirik yang dinyanyikan Darin agak beda beberapa bagiannya. Saya belum pernah mendengarkannya langsung... :-)), serta memicu lahirnya banyak versi swing lagu ini.
Bait terakhir lagu tersebut (yang tidak dimuat di dalam naskah asli Dreigroschenoper, namun ditambahkan oleh Brecht pada tahun 1930 untuk versi film-nya), mengekspresikan tema keseluruhan drama musikal itu. Yaitu, perbandingan kilauan dan kekuatan dunia golongan kaya dan kegelapan dunia kaum papa.
Pada tahun 1976 Ralph Manheim dan John Willett menerjemahkan Mack The Knife versi mereka. Dan pada tahun yang sama, Mack The Knife versi Manheim dan Willet dimainkan di Broadway. Kemudian, belakangan waktu, versi film drama tersebut dibuat, dengan Raul Julia (aktor film dan TV asal Meksiko) bermain sebagai si Nakal Mackie. Lagu Mack The Knife versi Manheim dan Willet inilah yang kemudian dinyanyikan oleh Sting dan Nick Cave. Versi ini juga dinyanyikan oleh Lyle Lovett untuk soundtrack film Quiz Show (1994).
Lagu ini semakin akrab di telinga penggemar musik di seluruh dunia, setelah selain Louis Armstrong dan Bobby Darin, ada sederet penyanyi lain yang juga melantunkannya. Mack The Knife juga dinyanyikan antara lain oleh Ella Fitzgerald (pada tahun 1960), Robbie Williams (tahun 2001), Jimmie Dale Gilmore, Frank Sinatra, Tony Bennett, Nick Cave, Brian Setzer, Westlife, Merrill Osmond, Kenny Garrett, dan Michael Bublé.

1 Comments:
Minggu lalu Blake Lewis menyanyikan lagu ini di ajang American Idol. Ada nuansa lain yang dia tawarkan, yang menurut saya lebih menyegarkan dibanding Mr. Buble.
Post a Comment
<< Home