PAGI DI KOTA BERPEMATANG
aku seperti tak menjejak
: bumi seperti tak ingin dipijak.
begitu suatu kali ia mencatat kenangan di secarik kertas yang hampir dilupakannya.
(tapi siapa yang bisa melepas jejak luka yang begitu kental menganga, meski di sudut ingatan yang paling sepi sekalipun?)
pagi itu, seperti pagi lainnya. ia yakin, angin pematang yang, mestinya, bisa menguapkan penat itu, jelas tak mengikatnya jadi bagian dari sejarah kota, di mana surga, konon, terbentang sedari subuh membuka jendela, hingga senja mengatupkan pintu-pintu rumah penuh damai itu.
: aku tetap berdiri sebagai keasingan
yang terus bergerak mencari rumah
yang, mungkin, tak akan pernah ada.
hidup adalah sebuah pilihan, begitu juga dengan kesendirian.
2002-2006
aku seperti tak menjejak
: bumi seperti tak ingin dipijak.
begitu suatu kali ia mencatat kenangan di secarik kertas yang hampir dilupakannya.
(tapi siapa yang bisa melepas jejak luka yang begitu kental menganga, meski di sudut ingatan yang paling sepi sekalipun?)
pagi itu, seperti pagi lainnya. ia yakin, angin pematang yang, mestinya, bisa menguapkan penat itu, jelas tak mengikatnya jadi bagian dari sejarah kota, di mana surga, konon, terbentang sedari subuh membuka jendela, hingga senja mengatupkan pintu-pintu rumah penuh damai itu.
: aku tetap berdiri sebagai keasingan
yang terus bergerak mencari rumah
yang, mungkin, tak akan pernah ada.
hidup adalah sebuah pilihan, begitu juga dengan kesendirian.
2002-2006
