Aku lah Si Telaga

Name: taty haryati

"aku berpikir, maka aku ada. di tempat aku berpikir, di situlah aku berada" (jacques lacan) maka gumamku adalah bahasa/yang melebarkan sayapnya/ke setiap penjuru kata/bersiaplah dengan akarnya/agar kau tak tersesat di dalamnya// (Maka Gumamku Adalah Bahasa, 1999)

Saturday, September 30, 2006

PAGI DI KOTA BERPEMATANG


aku seperti tak menjejak
: bumi seperti tak ingin dipijak.


begitu suatu kali ia mencatat kenangan di secarik kertas yang hampir dilupakannya.

(tapi siapa yang bisa melepas jejak luka yang begitu kental menganga, meski di sudut ingatan yang paling sepi sekalipun?)

pagi itu, seperti pagi lainnya. ia yakin, angin pematang yang, mestinya, bisa menguapkan penat itu, jelas tak mengikatnya jadi bagian dari sejarah kota, di mana surga, konon, terbentang sedari subuh membuka jendela, hingga senja mengatupkan pintu-pintu rumah penuh damai itu.

: aku tetap berdiri sebagai keasingan
yang terus bergerak mencari rumah
yang, mungkin, tak akan pernah ada.


hidup adalah sebuah pilihan, begitu juga dengan kesendirian.



2002-2006

Friday, September 22, 2006

DALAM LUKA*

: hanafi

sepotong luka, barangkali, adalah jeda.
adalah nafas panjang sebuah pencarian
pintu yang bisa melepaskan
dan, mungkin, melupakan.

ia mencatatnya. panjang. dalam raksasa plat
besi tertusuk peniti di jantungnya. tanpa darah.
tanpa amarah. hanya senyap itu tahu, bahwa
ada yang pernah menggigil di balik
semuanya.

tapi beku kaku karat itu diam dalam tisikan
benang tajam yang menembus kulit kerasnya.
meneriakkan pedih yang mungkin
tak lagi ia rasakan, meski sayatnya
terus melukai ingatan.

dan deret angka itu, berjajar dalam diam
menebar tanya. adakah ia hanya sekedar
ingin mencatat ketepatan? atau
menjadikannya sebagai penanda
luka kesekian yang ingin
dilepaskan?


2006


* Judul instalasi dua dimensi karya Hanafi.

LENGKING BIOLA HANAFI

mulut dunia ini mengulum stick biola
setiap nafasnya mengandung irama*


aku mendengar lengkingnya
tajam menyobek ingatan. di kejauhan.
ada gurat muram, mengambang
pada sayatannya.

dan sepotong terang
mengintip bilah getirnya
yang berdiri di ujung
sendirian.



2006



* Dikutip dari lukisan Mulut Biola (185x200 cm, acrylic pada kanvas), karya Hanafi